Tantangan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital: Refleksi Praktik Literasi Gembira pada Anak PAUD

Authors

  • Khusnatul Mawaddah Universitas Muhammadiyah Malang
  • Linda Apriliasari Universitas Muhammadiyah Malang
  • Daroe Iswatiningsih Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61798/wjpe.v5i1.480

Keywords:

Refleksi Praktik, Literasi Gembira, Era Digital, Bahasa Indonesia, Literasi PAUD

Abstract

Meluasnya pemanfaatan gawai pada anak usia dini membawa dampak berarti bagi pertumbuhan bahasa Indonesia mereka. Pengamatan di lembaga pendidikan anak usia dini At-Taqwa Bojonegoro menunjukkan bahwa anak-anak cenderung menyerap kosakata pergaulan dari media sosial, mengalami kesulitan merangkai kalimat utuh, serta memperlihatkan daya simak yang menyusut saat dibacakan dongeng. Kajian ini bertujuan untuk menelaah pelaksanaan program "Literasi Gembira" sebagai upaya penanganan kendala kebahasaan tersebut sepanjang tahun ajaran 2025-2026. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan pengamatan partisipatif sebagai teknik pokok, dilengkapi catatan lapangan harian dan pendokumentasian kegiatan. Program ini berisi pembacaan buku lima menit setiap pagi di ruang terbuka, permainan tebak gambar, serta pelibatan orang tua melalui kegiatan Pertemuan Orang Tua, peminjaman buku mingguan di Taman Bacaan Masyarakat sekolah, penganugerahan apresiasi, dan perlombaan mendongeng bersama orang tua. Temuan memperlihatkan bahwa program sederhana yang dijalankan secara ajek ini berhasil memperkaya perbendaharaan kata bahasa Indonesia anak, meningkatkan kecakapan menyusun kalimat teratur, menumbuhkan kegemaran membaca, serta menguatkan rasa percaya diri bertutur. Hasil ini menegaskan pentingnya penyediaan lingkungan berbahasa yang subur, interaksi lisan timbal balik, dan kemitraan sekolah dengan keluarga dalam memupuk kecakapan membaca permulaan pada zaman digital

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4 ed.). SAGE Publications.

Garnika, E., & Rohiyatun, B. (2025). Implementation of Curriculum Merdeka in early childhood education (PAUD): Literature study on opportunities and obstacles. Visionary: Journal of Education and Social Sciences, 13(1), 1–15. https://doi.org/doi.org/10.33394/vis.v13i1.15359

Hidayat, W. N., & Nursikin, M. (2023). KONSEP PENDIDIKAN NILAI MENURUT KI HADJAR DEWANTARA DAN NICOLAUS DRIYARKARA. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.35672/afeksi.v4i1.48

Hill, D., Ameenuddin, N., Chassiakos, Y. R., Cross, C., Radesky, J., Hutchinson, J., Boyd, R., Mendelson, R., Moreno, M. A., Smith, J., & Swanson, W. S. (2016). Media and young minds. Pediatrics, 138(5). https://doi.org/10.1542/peds.2016-2591

Hutton, J. S., Dudley, J., Horowitz-Kraus, T., Dewitt, T., & Holland, S. K. (2020). Associations between Screen-Based Media Use and Brain White Matter Integrity in Preschool-Aged Children. JAMA Pediatrics, 174(1). https://doi.org/10.1001/jamapediatrics.2019.3869

Iswatiningsih, D., Fauzan, & Pangesti, F. (2021). Ekspresi remaja milenial melalui penggunaan bahasa gaul di media sosial. KEMBARA Journal of Scientific Language Literature and Teaching, 7(2), 476–489. https://doi.org/10.22219/kembara.v7i2.18301

Justice, L. M., Jiang, H., & Strasser, K. (2018). Linguistic environment of preschool classrooms: What dimensions support children’s language growth? Early Childhood Research Quarterly, 42, 79–92. https://doi.org/doi.org/10.1016/j.ecresq.2017.09.003

Kemendikbudristek. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen untuk PAUD dalam Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kemendikbudristek. (2023). Siaran pers nomor: 91/sipres/A6/II/2023: Kemendikbudristek luncurkan Merdeka Belajar episode ke-23: Buku bacaan bermutu untuk literasi Indonesia. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kusumastuti, A. B., Sutarjo, T., Ratih, K. W., Kurniawan, I., Sugiarti, R., & Suhariadi, F. (2023). Perkembangan bahasa anak usia dini 3-6 tahun yang diberi gadget smartphone. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 2156–2165.

Lende, N. A. S., Maemunah, N., & Choeron, R. C. (2019). Kebiasaan penggunaan gadget berhubungan dengan perkembangan bahasa pada anak usia pra sekolah di PAUD Anggrek Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Jurnal Keperawatan, 11(2), 78–86. https://doi.org/https://doi.org/10.33366/nn.v4i2.2068

Madigan, S., Browne, D., Racine, N., Mori, C., & Tough, S. (2019). Association between Screen Time and Children’s Performance on a Developmental Screening Test. JAMA Pediatrics, 173(3), 244–250. https://doi.org/10.1001/jamapediatrics.2018.5056

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4 (ed.)). SAGE Publications.

Munariswati, M. (2026). Dinamika variasi bahasa gaul di media sosial dari era generasi Y hingga generasi Z. Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia, 45–58. https://doi.org/https://doi.org/10.51817/kimli.v2025i.168

Nadila, R. A. A., & Kusayang, T. (2025). Dampak gadget terhadap perkembangan kemampuan berbicara pada anak usia awal 2-3 tahun. Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini, 13(1), 23–36. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/kc.v13i3.101933

Neumann, M. M. (2018). Using tablets and apps to enhance emergent literacy skills in young children. Early Childhood Research Quarterly, 42, 239–246. https://doi.org/10.1016/j.ecresq.2017.10.006

Purba, T. D. (2022). Analisis metode read aloud (membaca nyaring) terhadap pemerolehan fonologi anak usia dini: Kajian psikolinguistik. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(2), 145–158. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.11067

Romeo, R. R., Segaran, J., Leonard, J. A., Robinson, S. T., West, M. R., Mackey, A. P., Yendiki, A., Rowe, M. L., & Gabrieli, J. D. E. (2018). Language exposure relates to structural neural connectivity in childhood. Journal of Neuroscience, 38(36), 7870–7877. https://doi.org/10.1523/JNEUROSCI.0484-18.2018

Rowe, M. L., & Snow, C. E. (2020). Analyzing input quality along three dimensions: Interactive, linguistic, and conceptual. Journal of Child Language, 47(1), 5–21. https://doi.org/doi:10.1017/S0305000919000655

Sari, T. A. P., Novitawati, N., & Sulaiman, S. (2024). Pengaruh Interaksi Orang Tua: Screen Time terhadap Kemampuan Sosial Emosional dan Berbicara Anak Taman Kanak-Kanak. Journal of Education Research, 5(3), 3525–3535. https://doi.org/10.37985/jer.v5i3.1420

Sary, Y., & Indah, N. (2023). Peran Literasi dan Read Aloud dalam Meningkatkan Keterampilan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7, 3558–3566. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4185

Silinskas, G., Sénéchal, M., Torppa, M., & Lerkkanen, M.-K. (2020). Home Literacy Activities and Children’s Reading Skills, Independent Reading, and Interest in Literacy Activities From Kindergarten to Grade 2. Frontiers in Psychology, 11. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.01508

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Downloads

Published

2026-04-22

How to Cite

Mawaddah, K., Linda Apriliasari, & Daroe Iswatiningsih. (2026). Tantangan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital: Refleksi Praktik Literasi Gembira pada Anak PAUD. Walada: Journal of Primary Education, 5(1), 244–255. https://doi.org/10.61798/wjpe.v5i1.480