Hubungan Aktivitas Berolahraga Dengan Kesehatan Mental Atlet Bola Voli

Authors

  • Aluwis Universitas Pasir Pengaraian
  • Muhammad Rasyid Universitas Pasir Pengaraian
  • Ilpan Saputra Universitas Pasir Pengaraian
  • Aulia Fadillah Universitas Pasir Pengaraian

DOI:

https://doi.org/10.61798/wjpe.v5i4.1304

Keywords:

Aktivitas Olahraga, Kesehatan Mental, Bola Voli

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas olahraga dan kesehatan mental pada atlet bola voli di Club Fortuna, Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan teknik total sampling terhadap seluruh 30 atlet aktif, yang terdiri atas 15 atlet laki-laki dan 15 atlet perempuan. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar atlet memiliki tingkat aktivitas olahraga dalam kategori sedang (70,00%) dan tingkat kesehatan mental dalam kategori cukup (76,67%). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel (p = 0,002 < 0,05), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Koefisien korelasi sebesar 0,539 lebih besar daripada nilai r-tabel sebesar 0,361, yang menunjukkan adanya hubungan positif dan searah. Temuan ini menunjukkan bahwa intensitas olahraga yang lebih tinggi dan dilakukan secara teratur berkaitan dengan kualitas kesehatan mental yang lebih baik pada atlet, serta mendukung pandangan bahwa aktivitas fisik dapat membantu mengurangi tekanan psikologis, kecemasan dalam menghadapi persaingan, dan risiko burnout yang sering kali kurang diperhatikan dalam pengembangan atlet. Korelasi positif tersebut mencerminkan keterkaitan yang erat antara latihan fisik dan ketahanan psikologis dalam olahraga. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya mengintegrasikan dukungan kesehatan mental dengan program latihan fisik untuk mengoptimalkan prestasi sekaligus kesejahteraan atlet.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

American College of Sports Medicine. (2018). ACSM’s guidelines for exercise testing and prescription (10th ed.). Lippincott Williams & Wilkins.

Arikunto, S. (2016). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Azwar, S. (2016). Reliabilitas dan validitas. Pustaka Pelajar.

BBC Sport. (2023). Mental health challenges force athletes to withdraw from competition. BBC.com.

Biddle, S., & Asare, M. (2011). Physical activity and mental health in children and adolescents: A review of reviews. British Journal of Sports Medicine, 45(11), 886–895.

CNN International. (2023). Top athletes speak openly about mental health struggles. CNN.

Cohen, L., Manion, L., & Morrison, K. (2013). Research methods in education (7th ed.). Routledge.

Craft, L. L., & Perna, F. M. (2004). The benefits of exercise for the clinically depressed. Primary Care Companion to The Journal of Clinical Psychiatry, 6(3), 104–111.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Fox, E. L., Bowers, R. W., & Foss, M. L. (2019). The physiological basis for exercise and sport (7th ed.). McGraw-Hill Education.

Fraenkel, J. R., & Wallen, N. E. (2009). How to design and evaluate research in education (7th ed.). McGraw-Hill.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. (2024). Kasus gangguan mental pada atlet meningkat, pendampingan psikologis diperkuat. Kemenpora RI.

Kerlinger, F. N., & Lee, H. B. (2000). Foundations of behavioral research (4th ed.). Harcourt College Publishers.

Kompas.com. (2023). Atlet Indonesia akui tekanan mental meningkat menjelang kompetisi. Kompas.

Martinsen, E. W. (2008). Physical activity in the prevention and treatment of anxiety and depression. Nordic Journal of Psychiatry, 62(Suppl. 47), 25–29.

Santoso, S. (2017). Statistik multivariat: Konsep dan aplikasi dengan SPSS. Elex Media Komputindo.

Smith, R. E. (1986). Toward a cognitive–affective model of athletic burnout. Journal of Sport Psychology, 8(1), 36–50.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Weinberg, R. S., & Gould, D. (2019). Foundations of sport and exercise psychology (7th ed.). Human Kinetics.

World Health Organization. (2018). Mental health: Strengthening our response. WHO.

World Health Organization. (2020). Mental health and well-being. WHO.

Yusup, F. (2018). Uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian kuantitatif. Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 7(1), 17–23.

Downloads

Published

2026-10-01

How to Cite

Aluwis, Rasyid, M., Ilpan Saputra, & Aulia Fadillah. (2026). Hubungan Aktivitas Berolahraga Dengan Kesehatan Mental Atlet Bola Voli . Walada: Journal of Primary Education, 5(4), 5106–5112. https://doi.org/10.61798/wjpe.v5i4.1304