Regenerasi Kepemimpinan Muhammadiyah Sebagai Gerakan Keagamaan: Kaderisasi, Kepemimpinan Generasi Muda, Dan Keberlanjutan Gerakan
DOI:
https://doi.org/10.61798/isah.v3i3.1385Keywords:
Muhammadiyah, Kaderisasi Ideologis, Kepemimpinan Muda, Regenerasi Kepemimpinan, Keberlanjutan Organisasi.Abstract
Keberlanjutan Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan bergantung pada kemampuan organisasi menyiapkan kader yang memahami ideologi, mengembangkan kompetensi kepemimpinan, dan merespons perubahan sosial antargenerasi. Penelitian ini menganalisis keterkaitan kaderisasi ideologis, kapasitas kepemimpinan generasi muda, dan regenerasi kepemimpinan melalui kajian literatur terarah dan sintesis tematik terhadap lima dokumen terpilih, yaitu satu dokumen kebijakan organisasi, dua buku tentang ideologi dan gerakan Muhammadiyah, serta dua artikel ilmiah tentang transformasi gerakan dan dakwah digital. Analisis mengidentifikasi empat komponen yang saling berkaitan: internalisasi ideologi, pengembangan kapasitas, ruang praktik dan transisi kepemimpinan, serta evaluasi dan pembelajaran organisasi. Sintesis menunjukkan bahwa kaderisasi perlu direncanakan, dilaksanakan secara berkelanjutan dan terkoordinasi, serta dievaluasi; kader muda juga memerlukan tanggung jawab nyata dan pendampingan lintas generasi agar pemahaman ideologis terhubung dengan praktik organisasi. Penelitian ini mengusulkan kerangka konseptual integratif yang memandang regenerasi bukan sekadar pergantian pemegang jabatan, melainkan proses pewarisan nilai, pengembangan kompetensi, pelaksanaan peran kepemimpinan, dan pembelajaran organisasi. Secara teoretis, kerangka ini menghubungkan internalisasi ideologi dengan pengembangan kepemimpinan dalam menjelaskan kesinambungan organisasi serta menghasilkan proposisi yang dapat diuji pada penelitian empiris berikutnya. Karena kajian hanya mencakup lima dokumen yang dipilih secara terarah dan belum merupakan tinjauan sistematis komprehensif dengan prosedur yang sepenuhnya dapat direplikasi, kerangka ini masih bersifat awal dan belum dapat dinyatakan sebagai model yang tervalidasi secara empiris.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ayu Oktarizza, Fratiwi Paputungan, Dina Mardiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

