Praktik Modal Sosial Dalam Penghidupan Petani Gula Aren Di Desa Mancang, Kabupaten Langkat: Studi Etnografi Antropologi
DOI:
https://doi.org/10.61798/isah.v3i3.1351Keywords:
modal sosial, petani gula aren, etnografi, penghidupan, antropologi ekonomi.Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik modal sosial dalam kehidupan dan penghidupan petani gula aren di Desa Mancang, Kabupaten Langkat, melalui perspektif antropologi. Penelitian menggunakan pendekatan etnografi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan mereka mengenai aktivitas petani gula aren. Analisis data dilakukan secara interpretatif dengan memperhatikan praktik kepercayaan, jaringan sosial, resiprositas, gotong royong, dan solidaritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berperan sebagai sumber daya yang membantu petani menjalankan aktivitas penghidupan melalui hubungan dengan keluarga, tetangga, sesama petani, pedagang, dan pengepul. Jaringan sosial menjadi sarana untuk memperoleh informasi, bantuan tenaga, dukungan sosial, dan akses pemasaran, sedangkan kepercayaan dan resiprositas membantu mempertahankan hubungan kerja sama. Temuan ini memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi petani gula aren tidak terpisah dari hubungan sosial dan nilai kebersamaan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Modal sosial tidak menggantikan modal ekonomi dan sumber daya alam, tetapi melengkapi keduanya dalam mempertahankan penghidupan petani. Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami modal sosial sebagai praktik sosial-budaya yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat petani.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zanrison Naibaho, Sulian Ekomila, Kris Suspon Rama , Kazzayara Shofia Wicaksana, Feby Yola Sipayung, Kristina Mesyemima Purba

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

