Integrasi Model Flipped Classroom Bernuansa Islami dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Penguatan Karakter Siswa: Studi Kasus di MAN 2 Kota Kediri
DOI:
https://doi.org/10.61798/get.v4i2.1425Keywords:
Flipped Classroom, Pendidikan Agama Islam, budaya religius, penguatan karakter,Abstract
Penguatan karakter merupakan salah satu tujuan utama Pendidikan Agama Islam (PAI), namun implementasinya masih menghadapi tantangan seiring dengan perubahan karakteristik peserta didik pada era digital. Di sisi lain, model Flipped Classroom telah banyak digunakan untuk meningkatkan keaktifan belajar, tetapi penerapannya dalam pembelajaran PAI umumnya masih berfokus pada aspek kognitif dan belum banyak mengintegrasikan nilai-nilai keislaman sebagai bagian dari sintaks pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Flipped Classroom bernuansa Islami dalam pembelajaran PAI, menganalisis faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menjelaskan kontribusinya terhadap penguatan karakter siswa di MAN 2 Kota Kediri.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru PAI, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, dan peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Flipped Classroom dilaksanakan melalui tahapan pre-class learning, in-class learning, dan post-class learning yang dipadukan dengan budaya religius madrasah, seperti tadarus Al-Qur'an, pembacaan Asmaul Husna, penggunaan kitab Aqidatul Awam, salat berjamaah, dan budaya 5S. Faktor pendukung implementasi meliputi kompetensi guru, dukungan madrasah, fasilitas pembelajaran, dan budaya religius, sedangkan faktor penghambat meliputi kesiapan belajar mandiri siswa, keterbatasan pemantauan belajar di luar kelas, dan perbedaan lingkungan belajar peserta didik. Implementasi model tersebut berkontribusi terhadap penguatan karakter religius, disiplin, tanggung jawab, jujur, mandiri, dan percaya diri. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa integrasi sintaks Flipped Classroom dengan budaya religius madrasah membentuk model pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan keaktifan belajar, tetapi juga menjadi media internalisasi nilai-nilai Islam dalam pembentukan karakter peserta didik.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mugni Labib, Arifatul Mufitda, Era Auliyatul Faiza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

