Implementasi Model Pembelajaran INTERAKSI dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.61798/get.v4i2.1373Keywords:
Model Pembelajaran INTERAKSI, Kualitas Pembelajaran, IPAS, Sekolah DasarAbstract
Mutu pembelajaran IPAS di jenjang sekolah dasar belum optimal, ditandai dengan minimnya keaktifan belajar, lemahnya kemampuan berpikir kritis, rendahnya kerja sama, serta capaian belajar siswa yang belum memadai. Tujuan kajian ini adalah menguraikan penerapan model pembelajaran INTERAKSI sebagai upaya mendongkrak mutu pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Desain yang dipakai berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat kali pertemuan, melibatkan 14 siswa kelas V SDN Karang Intan 1 pada tahun ajaran 2025/2026. Data dihimpun lewat pengamatan langsung, uji tertulis, dan instrumen pengukuran, lalu diolah dengan pendekatan deskriptif kualitatif berpadu kuantitatif. Sesudah model INTERAKSI diterapkan, seluruh indikator mutu belajar terpantau naik: skor aktivitas guru bertambah dari 20 ke 24, keaktifan siswa melonjak dari 14% ke 93%, kemampuan berpikir kritis naik dari 43% ke 93%, kerja sama siswa meningkat dari 50% ke 100%, dan ketuntasan klasikal mencapai 100% dari sebelumnya 79%. Hasil kajian menunjukkan bahwa INTERAKSI berhasil menghadirkan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa, yang pada akhirnya turut mendongkrak mutu pembelajaran IPAS. Model ini layak dipertimbangkan sebagai opsi inovatif untuk mengasah kompetensi abad ke-21 sekaligus mendorong hasil belajar siswa di sekolah dasar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Larasati Amanda, Aslamiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

