Strategi Sekolah dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik Melalui Pembiasaan dan Keteladanan Guru
DOI:
https://doi.org/10.61798/get.v4i2.1336Keywords:
Disiplin Siswa, Pembiasaan, Keteladanan Guru, Budaya Sekolah Positif, Sekolah DasarAbstract
Disiplin siswa di sekolah dasar terbentuk melalui rutinitas harian dan perilaku orang dewasa, namun banyak sekolah masih mengandalkan aturan dan sanksi semata. Penelitian ini menganalisis strategi yang digunakan oleh SD Muhammadiyah 1 Laren, Lamongan, dalam membentuk disiplin siswa melalui pembiasaan rutin dan keteladanan guru. Studi kasus kualitatif dilakukan pada tanggal 27 September hingga 2 Oktober 2026 dengan melibatkan sepuluh guru dan sampel sebanyak 48 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta dokumentasi catatan kehadiran dan dokumen kurikulum; data tersebut diverifikasi melalui triangulasi sumber dan teknik, lalu dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tiga temuan diperoleh dari penelitian ini. Pertama, sistem presensi pagi secara fisik membangun kebiasaan ketepatan waktu sehari-hari. Kedua, keteladanan guru ditetapkan dalam kurikulum dan dipraktikkan dengan cara hadir lebih awal daripada siswa serta memasuki masjid terlebih dahulu untuk melaksanakan salat Zuhur berjemaah. Ketiga, pemantauan dan evaluasi berkala terhadap siswa dan guru disampaikan secara terbuka dan konstruktif pada saat upacara bendera hari Senin sebagai bentuk refleksi bersama. Disiplin di sini dipandang sebagai proses pembelajaran sosial yang dilembagakan melalui rutinitas, keteladanan, dan akuntabilitas reflektif, yang menunjukkan bagaimana kepemimpinan sekolah dapat mempertahankan budaya sekolah yang positif di era digital
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nine Nujum, Siti Inganah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

